Tidak bermaksud mempercepat kepergian Sang Sultan, tapi ini cuma persiapan saja. Bukannya segala sesuatu harus selalu dipersiapkan dengan baik to?

Jancukarta, kota kejam sekejam ibu tiri itu memang tak kejam soal gaji. Dengan bekal jagoan coding dan tentu saja pengalaman di dunia model, Sultan pun hendak datang menyerbu Jancukarta. Tugasnya, apalagi kalau bukan mengambil gaji 5 juta per minggu.
Mengambil gaji?
Iya, cuma diambil begitu saja. Mudah ‘kan?
Perjalanan ke barat kali ini memang sungguh berat. Seperti halnya ketika Sun Go Kong merasa berat meninggalkan kera-kera di gua Shui Lian, begitupun pastinya Sultan akan merasa berat meninggalkan para Jelata yang lucu-lucu ini di Jogjakarta. Akan tetapi demi 5 juta per minggu… eh demi kebaikan umat manusia, makanya kami pun berusaha membesarkan hati masing-masing untuk menerima kenyataan ini. Kami tahu, “sejauh apapun burung Sultan terbang, maka tetap akan kembali ke sarangnya“.
Kepemimpinan Sultan pun tetap tak tergantikan, Jelata tidak menginginkan adanya pemilihan. Jelata menginginkan penetapan Sultan sebagai Sultan seumur hidup. Menyoal kepemimpinan kasultanan selama perjalanan ke barat, ‘kan masih bisa di kontrol lewat video conference. Layar besar di Kafe Djambur pun rasanya sia-sia saja kalau hanya untuk menayangkan acara gulat di Star Sports. Jadi, kita tetap bisa melihat keteduhan wajah Sultan melalui layar projector.
Hey Sultan ! jelata-jelatamu ini akan setia menungguimu. Jika kau tak bisa datang, kirimkanlah satu saja (dari empat) gaji 5 juta per minggu-mu. Hahahaha.
Ide soal kata “Tong Zam Chong” : Kang Wedhouz dalam sebuah reply E-mail di Milis.
20 April 2008 00:52:45
wahai Sultan… kami mohon kedermawananmu… *wajah melas banget*
eh, saya pertamax yo?
semoga bahagia di kotamu yang baru… meski aku tau, mas Antok tak akan pernah merestuimu…
20 April 2008 00:54:16
hiks
jika sultan pergi ke jakarta,..
gimana dengan kesultanan???
KITA PERLU SEGERAKAN UU KEISTIMEWAAN CAHANDONG.. eh.. UU KE-EKLUSIFAN …
20 April 2008 00:59:27
kan udah dibuka itu yang keanggotaan Gold…
20 April 2008 01:14:15
aku mesakno Zam yen moco iki =))
*ampuuun Zaaaaam*
20 April 2008 01:43:49
semoga dalam perjalanan jauhmu ini kamu isa mengambil hikmah yg dalam zam….
jangan lupa kirimkan rezekimu sebagian ke sini untuk tombo kangen kami akan wajah teduhmu…
20 April 2008 06:58:31
*ngakak habis2an*
owalah le…le……ups, baginda……
wajahmu itu……
20 April 2008 07:05:00
eh kok wajah pat kai, go kong, dan sapa tu siluman kebo, harusnya diganti wajah mentri2nya… *ngakak lg smp puassssss*
20 April 2008 08:17:59
zam yang jadi sultan
selamat berangkat ke pengasingan
walau di sana ada duit jutaan
tapi tak ada jumintenan
20 April 2008 10:00:22
Zam, kau ternyata pantas sekali jadi bintang iklan dan bintang pelem. Dan baru kusadari ternyata wajahmu bertipe
orientasioriental.20 April 2008 11:47:01
katanya gajinya 7.5 juta per minggu..kok turun ?
20 April 2008 14:08:51
lho, rumour has it, katanya malah 30 juta per detik?
20 April 2008 18:01:39
HIDUP DEMOKRASI! BUBARKAN KASULTANAN DAN GANTI DENGAN SISTEM REPUBLIK!
*kabuuuur*
20 April 2008 18:18:09
Juragan beras kok belum komen ya? apa karena merasa wajahnya mirip dengan bhiksu tsb di atas?
20 April 2008 18:44:43
5 juta per minggu? wah, seger kowe no saiki zam :p
20 April 2008 21:26:27
pertama-tama *menjura kepada bhiksu suci Tom Zam Chong*
semoga selamat dalam perjalanan mengambil 5 juta per minggunya…
21 April 2008 11:50:15
jangan sampe bingung gimana cara ngabisin duitnya zam
kami siap membantu
21 April 2008 13:08:50
Sultan, apakah sampeyan tetep menerima suplai sandal dari Jogja?
21 April 2008 13:56:38
sri sultan, kami menunggu kedatanganmu… *menjura*
22 April 2008 20:27:13
boleh ikut jualan?
22 April 2008 20:44:05
ROTI SOERJO? maksudnya om oy ya? =))
23 April 2008 02:09:22
Duh gusti ….
paringono *bathi* …
ne …
23 April 2008 09:23:51
dosa…dosa….
kalian para jelata harusnya mendukung kepergian sultan ke negeri barat untuk mengambil kitab suci kehidupan : pengalaman yang tak terlupakan…melelahkan..memisuhkan…dan tentu dengan gaji 5 juta per minggu..MELENAKAN…
dosa..dosa….
23 April 2008 13:41:52
hahahaha…*numpang ketawa aja*
24 April 2008 14:15:49
ada jamuan terakhir bersama sultan, juminten esok…
24 April 2008 19:22:46
selamat menempuh 1001 penderitaan di jakarta zam… jakarta, deritanya tiada akhir….
24 April 2008 20:46:18
[…] Kepergian Sultan ke Barat, tentu membuat kami cukup alasan untuk bersedih. Sebodoh apapun ekspresi Sultan saat berpose, tak mengurangi keinginan kami untuk terus berlama-lama dengannya. Sifat akomodatifnya memang tak tergantikan, dan kami memang tak ingin ada ganti. […]
25 April 2008 19:15:43
kulonuwun ikutan ‘nyangkem’
mas , mbak lucu-lucu , ada sultannya segala hehe..
25 April 2008 19:16:15
mas mbak lucu-lucu..he,
27 April 2008 08:16:56
Gaji perminggu? koyok pemain liga inggris la’an..
27 April 2008 10:54:39
welkom to the jungle zam. di jakarta enak banget kok. kau bisa jadi power ranger yang bisa mengubah diri menjadi apa saja. bahkan bisa menghilang… asyik kan?
27 April 2008 18:13:15
[…] jalan Zam. Semoga gaji 5 juta perminggu-mu di Jancukarta ndak luput engkau limpahken ke kami para […]
27 April 2008 20:58:25
[…] Begini ceritanya. Sebenarnya ada dua cerita, tapi saya ceritakan satu saja. Kisah ini sungguh-sungguh terjadi dan nyata adanya. Jadi begini, teman saya, mempunyai katakanlah seorang pembantu yang membantu mengurusi sehari-hari dalam rumah tangganya. Pembantu ini karena tinggal dekat dengan rumah teman saya, setiap sore dia pulang. Istilahnya dalam bahasa jawa, pocokan. Karena statusnya yang part-time itu, tentu saja gajinya ga sebesar yang didapat jika full time, apalagi sebesar gaji sang sultan. […]
28 April 2008 00:00:45
[…] Zam akan meninggalkan Jogja, kota yang begitu dicintainya. Menuju kota Jancukarta yang (katanya) dia benci setengah hidup. Kota Jogja yang sudah membesarkan namanya di ranah blogosphre harus ditinggal untuk sebuah mimpi kehidupan. […]
28 April 2008 01:51:45
[…] jalan Zam. Semoga gaji 5 juta perminggu-mu di Jancukarta ndak luput engkau limpahken ke kami para […]
28 April 2008 13:39:23
selamet jalan kanjeng sultan.
maap belom sempet sowan
28 April 2008 14:56:05
celana kuningnya dibawa juga ga yah?
28 April 2008 16:43:59
[…] nomor satu di CahAndong itu berangkat ke Jakarta. Kali ini dia tidak sedang berperan sebagai Tong Zam Chong yang berangkat ke barat untuk mengambil kitab suci, melainkan untuk mencoba babad alas di kota yang […]
29 April 2008 04:01:49
nunut nyocot nang kene,
nunut kemekelen krungu sekandal 5 juta seminggu divosting nang endi-endi
brarti si zam migrasi dari cah andong ke ondel-ondel
30 April 2008 13:11:14
[…] akhirnya ke Barat lah saya akan menuju. Kota kejam sekejam ibu tiri namun tak kejam soal […]
1 May 2008 23:32:18
walah! kalau tahu bahwa biksu ini memendam hasrat mengejar kemewahan duniawi, tidak akan kuizinkan dia pergi ke barat untuk mengambil 5-juta-perminggu itu! aah, kalau tahu begitu, engkau akan kutagih 3x lipat, ah tidak! itu terlalu kejam. akan kutagih 69x lipat dari uang yang telah kukeluarkan untuk memberi kenyamanan duniamu selama satu tahun di dunia maia!
10 May 2008 23:15:13
[…] tanggal 2 Juni 2005 saya pun untuk pertama kalinya mendaratkan kaki ini di Ranah Minang, menempuh perjalanan ke barat demi rupiyah, seperti sodara Tong-Zam-Chong dari Klan Cah […]