Pernah dengar soal Sutarjo yang berubah panggilan menjadi TJ? Kalau belum, ini adalah nama guru Fisika saya waktu SMA. Beliau tinggal di kompleks Yadara Babarsari. Meski mengajar di sekolah kampung, bukan karena beliau tak bangga bernama Sutarjo, tapi ini soal penyesuaian dengan audiens. Buktinya, dengan nama ini beliau sangat dekat dengan anak-anak badung (teman-teman saya) maupun alim (seperti saya).
Soal penyesuaian nama panggilan ini bukan soal krisis kepercayaan diri yang akut. Ini mirip soal strategi branding ketika kita bicara ilmu marketing.
Minggu ini, di sebuah klub berkarpet bludru akan ada show performance dari seorang DJ yang selangkangan belakangan sedang naik daun. DJ Zammy dan DJ Ronni. Belia yang dikenal suka mengaduk campuran musik reggae berpadu dengan trance, lalu dibumbui sedikit keroncong ini akan naik pangung menghibur kota Jogjakarta.

Acara ini awalnya bertajuk “Bali Ndeso”. Namun karena pertentangan di kalangan manajemen artis dan pengelola klub, maka nama acaranya urung demikian. Lalu “Ndoyok Night” lah yang menggantikan karena dinilai jauh lebih menggigit.
lalu, sebenarnya tahukah anda bagaimana sejarah nama acara “Bali Ndeso” itu?
DJ Zammy dan DJ Ronni adalah nama seorang putra Jogja yang meninggalkan kampung halamannya 5 tahun silam. Namanya Zamroni, seorang bloger kondang. Awalnya dengan modal pengalaman sebagai model header sebuah layanan blogging dan model acara pameran komputer, dia memberanikan diri menantang jakarta! Dengan berangkat menggunakan kereta api Senja Utama, dia dilepas oleh teman-temannya di Stasiun Tugu. Kala itu dunia blog gempar gulita akibat kepergiannya ke Jakarta. Tak kurang dari 15 bloger memposting soal kepergian Zamroni.
Lima tahun kemudian, Zamroni menggebrak kota kelahirannya. Dengan menamai diri sebagai DJ Zammy dan DJ Ronni dia datang mengunjungi kota Gudeg.
Lalu kenapa nama Zamroni berubah menjadi Zammy dan Ronni? Apakah Jancukarta sudah merubah sosok ramah dan baik hati ini menjadi makhluk beridentitas ganda dan penuh tipu daya?
Tidak sodara-sodara. Bukan berarti nama Zamroni tak bagus didengar, tapi nama Zammy dan Ronni lebih menjual dalam bidang per-DJ-an. Ini ‘kan lagi ngomongin Zamroni yang sedang meniti karir di bidang entertainment, tentu saja harus menyesuaikan dengan pangsa pasar. Manajemen Zammy dan Ronni benar-benar tau bagaimana mengelola artisnya dengan baik sehingga menyerap pasar bagaikan magnet.
Lain perkara jika Zamroni hendak mengais dollar di bisnis dakwah sebagai ustadz atau ulama di televisi. Mungkin di belakang nama Muhammad Zamroni akan ditambahkan kata berawalam Al-danseterusnyasampaipanjangsekali.
Oke, kalau anda mengaku penasaran dengan putra Jogja satu ini jangan sampai anda melewatkan show performance dari DJ Zammy dan DJ Ronni di Bego’s Cafe!
**ngiiiiiing, ini berita harusnya dipublish 5 tahun lagi..plak!**
Dagangan
30 April 2008 20:32:43
30 April 2008 20:36:27
Ampuun Zam, kamu sudah 3 kali jadi korban klithikan ya =))
30 April 2008 20:38:23
hari ini ya? wah saya ndak bisa…
30 April 2008 21:19:13
boleh pake sandal jepit gak? boleh pake celana pendek? boleh pake jaket?
*siap2 dugem bareng DJ Zammy*
30 April 2008 21:20:28
rupanya untuk mengaburkan identitas aslinya, DJ Zammy mencukur habis kumis dan jenggotnya
30 April 2008 21:36:00
Daganganku bakal laris nih
1 May 2008 00:55:21
ampuuunnn dije!
1 May 2008 01:36:04
mengerikannn!!!
Zam rela mencukup kumisnya untuk membuwat identitas palesu
biyar laku jadi dije1 May 2008 02:15:08
a jeb ajeb ajeb ajeb ajeb…
jeb ajeb ajeb ajeb ajeb….
dug jedag jedug jedag jedug….
*triping tanpa obat… tapi cukup liat bekas cukuran jenggot dj-nya udah mabuk*
1 May 2008 03:47:40
hahah… zam tanpa jenggot dan kumis seperti kehilangan daya tariknya
1 May 2008 20:31:36
ah palsu ituuuuu…. DJ yang beneran dengan atribut jenggot yang saingan sama ahmad dhani itu……
2 May 2008 09:00:27
duh kemarin ya.. saya telat nich ngga ngikut . . siyalll
mari kita melantaii . .
3 May 2008 10:52:38
walah.. kerjaan gunso toh
15 May 2008 05:06:14
[…] Sultan ke Jancukarta, belumlah sampai separuh purnama berlalu, sebuah kabar datang (lagi) dari Jancukarta. Sultan mengeluarkan album […]